ve_blue

...My inspiration...

“Si Belang”

Pagi ini seperti biasa Angel selalu tergesa-gesa untuk berangkat kuliah. Ya,begitulah kebiasaannya yang selalu tidur larut malam. Maklum dengan kegiatannya yang segudang, membuat dia selalu kurang tidur.

Entah dia memang sibuk dengan kegiatannya atau memang menyibukkan diri diluar rumah. Selain aktifitas kuliah dan skripsi yang sedang mengejarnya, Angel melatih renang untuk anak-anak, hunting-hunting tempat dan objek-objek yang menarik untuk koleksi foto-fotonya.

Angel memang seorang perenang handal. Lebih tepatnya Angel seorang pelatih renang. Sejak kecil dia memang sudah dilatih renang oleh ayahnya. Sampai sekarang Angel sudah banyak menjuari beberapa lomba renang sejak sekolah. Tak mengherankan kalau tubuhnya memang sedikit gelap di beberapa bagian tubuhnya. Jadi terlihat belang-belang.


Tapi memang Angel cewek yang cuek yang tidak memperhatikan penampilannya. Dengan dandanan andalannya, Angel setia mengenakan sepatu kets belelnya di padu dengan t-shirt dan jeans. Angel selalu tampil dengan dandanan sporty dan tidak lupa membawa kamera kesayangannya, dia pun berangkat ke kampus.

Baru beberapa langkah keluar pintu pagar rumah, terdengar dering dari handphone Angel.

“Angeeeeel, elo dimana sih? ini udah jam berapa??Lo lupa kalo pagi ini kita ada presentasi? Tugas gw kan ad di elo”, suara itu muncul dari telpon genggam Angel.

Dengan nada bersalah Angel menjawab, “Iya maaf Ren, gw kesiangan bangun”.

“Yaudah buruan gw tunggu dikampus” jawab Rendy dengan nada kesal.

Angel merasa bersalah dan merasa tidak enak dengan Rendy, karena mata kuliah pagi ini ada tugas yang harus di presentasikan. Dan tugas itu Angel yang membawanya. Jadi wajar saja Rendy tadi menelpon dengan nada kesal.

“Huwf…akhirnya selesai juga, jalan yuk? sekalian cari makan dan temenin gw hunting buat foto-foto gw. Gw laper banget nih tadi pagi nggak sempet sarapan” , ajak Angel dengan santai.

“Yaudah, tapi abis itu elo bantuin gw ngerjain tugas buat besok yah?”, tawar Rendy.

“Oke deh, tapi bayarin gw makan gimana?? “, rayu Angel dengan mengedipkan mata andalannya kalau sedang ada maunya.
Mata Rendy bagai tersihir dan tenggelam dalam lamunannya melihat tatapan Angel yang sebenarnya dia akui cukup manis.

Pada dasarnya walaupun Angel cewek cuek dengan penampilan, tapi otaknya di anugerahi otak yang encer. Tak mengherankan kalau dia selalu mendapatkan beasiswa di kampusnya. Dengan segudang prestasi yang dia dapat dari pertandingan renang, dan tak kalah bagusnya dengan nilai-nilai semesternya. Itu yang membuat dia selalu menjadi tempat bertanya teman-temannya.

Tapi yang membuat Rendy heran, Angel sering tertidur di kelas saat dosen mengajar, nggak pernah mencatat atau fotocopy materi dari dosen. Jadi, apa yang membuat otaknya di anugerahi otak yang sedikit cerdas. Padahal kelakuannya terlihat urakan. Pertanyaan itu, yang ada di dalam benak Rendy saat ini.

“Ren, kok lo malah bengong sih? Gw nanya nih, mau temenin gw jalan nggak?”, tanya Angel dengan wajah heran.

Tak beberapa lama Rendy pun tersadar dari lamunannya.

Dengan cepat tangan Rendy sudah berhasil mengacak-acak rambut Angel sambil melemparkan panggilan ke Angel, “Dasar Si Belang, kalau ada maunya aja pinter banget ngerayunya”. Rendy pun tertawa terbahak-bahak melihat tampang Angel yang manyun.

Panggilan itu membuat teman dikelas mengarah ke Angel. Angel tak bisa menyembunyikan wajahnya yang malu.

“Si Belang? Siapa yang elo sebut Belang?”, tanya Angel dengan tampang pura-pura nggak tau.

“Ya, elo lah oneng, pake pura-pura nggak tau lagi. Elo liat dong kulit lo makin gelap”, jawab Rendy dengan tawanya yang lepas.

Kulit Angel sebenarnya putih, karena kedua orangtua Angel berkulit putih. Tapi karena hobi renangnya, membuat kulitnya terbakar di daerah-daerah tertentu. Jadi, terlihat sekali perbedaan kulit mana yang terbakar oleh matahari.

“Lo kira gw kucing?”, kata Angel dengan nada menantang.

“Bukan sih, tapi Zebra….hahahahaha…”, timpal Rendy sambil terbahak-bahak.

“Ye, biarin aja. Sirik kan lo sama kulit gw yang sehat. Dari pada kulit lo putih, tapi pucet nggak pernah olahraga. Kebanyakan ke Salon lo ya??hahahaha…..”, ledek Angel yang tak mau kalah membalas ejekan Rendy.

Teman-teman sekelas sudah tak heran lagi dengan mereka berdua, karena setiap saat selalu saja terjadi celaan diantara mereka. Sampai-sampai mereka di kabarkan menjalin hubungan cinta. Karena walaupun saling ejek, mereka selalu bersama kemana pun mereka pergi.

Pertemanan mereka berawal sejak awal kuliah hingga saat ini mereka masih bersahabat. Walaupun mereka terlihat selalu berdua, tapi memang Angel sebenarnya lebih nyaman untuk berteman dengan para cowok. Karena Angel merasa cocok dengan hobi dan aktifitas mereka. Oleh karena itu, Angel selalu pergi bersama Rendy, itu karena Rendy sama-sama hobi fotografi. Mereka sering hunting foto bersama. Karena kesamaan hobi itu, mereka semakin terlihat akrab.

Rendy pun merasa senang bersahabat dengan Angel yang apa adanya dan punya otak yang encer. Walau kadang Angel sering bertingkah urakan dan menyebalkan.

Tapi Rendy sadar ternyata segalanya jangan dilihat dari luarnya saja. Walaupun Angel seorang anak broken home, dengan tingkahnya yang urakan. Tapi, ternyata Angel seorang yang tegar. Dia mampu meraih impian, segala prestasinya dan menjalani hobinya walaupun sebenarnya keadaan di keluarganya tak sebaik yang dia rasakan. Angel mampu melanjutkan hidupnya tanpa mencampuri urusan pribadinya dengan semua aktifitasnya.

Itu yang membuat Rendy merasa salut dan simpati dengan Angel “Si Belang”.

Sama seperti kisah hidupnya yang kadang terlihat gelap dengan masalah keluarganya, tapi dia kadang terlihat terang dengan segala prestasi yang dia raih.

“Si Belang”, itu panggilan yang kini melekat pada diri Angel.






zwani.comJangan Lupa Comment yah!!


0 komentar:

Posting Komentar





I'm Here

Followers

Chat Me


ShoutMix chat widget
IP