ve_blue

...My inspiration...

Mungkin aku seorang anak yang beruntung. Memiliki sebuah keluarga yang sangat menyayangiku. Seorang ibu yang sangat memperhatikan aku, menyayangiku, melindungiku sejak kecil. Dan tak kalah perhatiannya dengan Ayahku, yang selalu memanjakan aku, selalu ada saat ku membutuhkannya. Walau Ayah tak setiap saat berada di sisi kami. Begitu pula seorang kakak laki-laki ku yang selalu melindungi dan membelaku, walau menurutku dia begitu keras dan menyebalkan, tapi dia seorang kakak yang sangat peduli dan bertanggungjawab.

Saat ini hatiku sedang benar-benar tak berdaya menahan air mata. Teringat rangkaian kata-kata dari seorang sahabat. Ku bisa merasakan kesedihannya, saat Rio menguraikan air matanya. Mendengar isak tangisnya, saat Rio sedang merasakan sebuah kerinduan yang amat mendalam kepada ibunya yang sudah lama tiada. Malam itu Rio memandang langit yang kosong tanpa ada bintang disana. Seakan langit malam itu merasakan kesedihan yang sama dengan dirinya. Rio menatap kosong dan bercerita tentang indahnya masa lalu bersama ibunya.

Saat ini Rio sedang benar-benar terpuruk. Merasakan kesepian diantara keramaian kota yang sangat keras. Rio menangis dan berkata padaku tentang satu hal yang membuatku tak bisa menahan tangis kesedihan. Rio berkata padaku, “Kamu beruntung masih mempunyai kesempatan bersama ibumu, tidak seperti aku yang belum sempat memberikan kebahagian untuk ibuku, karena Tuhan tidak memberikanku kesempatan itu. Aku cuma ingin mengingatkan kamu, selagi masih ada kesempatan itu, jangan pernah sia-siakan waktu yang ada untuk membahagiakan orang tuamu. Sayangi dia dan jaga dia di sisa hidupnya, seperti dia menjagamu dan menyayangimu dari kecil hingga kamu kini telah dewasa”. Hatiku menangis, sedih yang tak bisa kutahan lagi air mata ini.

Rio selalu berkata padaku dengan beruraian air mata, “Aku sangat merindukan ibuku dan Aku ingin sekali memeluknya”. Rio terdiam sejenak, menerawang lagi ke langit dan berandai-andai. “Seandainya ibuku masih ada disini, mungkin aku bisa berbagi batin dan bercerita tentang masalah hidup yang sedang aku hadapi. Mungkin aku bisa mengadu dan menangis dipelukannya, dan mungkin akan selalu ada disisiku saat sedih melandaku. Mungkin juga dia akan bisa membantuku mengatasi setiap masalah dalam hidupku. Memberikan perlindungan, saat aku takut akan gelap. Aku nggak berarti apa-apa tanpa ibuku. Seandainya ibuku masih ada disini, aku nggak akan merasakan kesepian atau merasa takut dengan hal apa pun yang akan aku hadapi. Tapi semua itu hanya angan-angan, karena waktu nggak akan pernah kembali. Begitu juga ibuku yang takkan mungkin kembali lagi disisiku. Aku hanya berdoa, semoga ibuku tenang dan bahagia di surga. Walaupun dia tak ada disini, aku akan berusaha membuatnya bangga disana”. Matanya masih memandang ke langit dan tersenyum, seakan ibunya bisa membalas senyumnya dari surga.

Hatiku benar-benar merintih sedih mendengarkan Rio bercerita dan mengatakan tentang hal tersebut. Tangisku semakin menjadi-jadi mendengar pernyataannya, karena melihat sahabatku begitu tegar menjalani hidupnya selama ini. Walaupun sebenarnya hatinya rapuh.

Pernyataan sahabatku Rio sangat menyentuh hatiku, seakan aku bisa merasakan kesediahan yang dia alami. Beruntunglah Aku yang masih mempunyai kesempatan bersama orang-orang terkasih.

0 komentar:

Posting Komentar





I'm Here

Followers

Chat Me


ShoutMix chat widget
IP