ve_blue

...My inspiration...

Bahasa adalah rangkaian huruf, kata, simbol, lambang, bunyi yang mempunyai makna tertentu yang telah disepakati oleh suatu kelompok. Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi antara dua orang yang saling berhubungan. Bahasa adalah sebagai sistem lambang arbitrer yang dipergunakan suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi dan mengidentifikasi diri.

Bahasa adalah alat yang ampuh bagi manusia dalam berhubungan dengan sesuatu di luar dirinya. Dengan bahasa, manusia mampu beradaptasi dengan lingkungannya, dengan orang-orang di sekitarnya, bahasa memerankan peran yang penting bagi kehidupan manusia. Sebuah bahasa harus disepakati minimal oleh dua orang atau lebih agar bahasa itu sendiri dapat di mengerti oleh kedua belah pihak untuk dapat berkomunikasi.


Bahasa yang kita kenal selama ini terdiri dari dua jenis, yaitu bahasa lisan dan tulisan. Padahal di alam raya ini tidak hanya lisan dan tulisan saja yang ada, tapi juga ada bahasa alam, bahasa hewan, bahasa isyarat, bahasa tubuh, dan bahasa-bahasa yang lain. Mengapa terdapat bahasa alam dan bahasa hewan, karena ternyata alam dan hewan juga terkadang memberikan informasi kepada kita tentang sesuatu hal. Misalnya, angin yang berhembus kencang memberi isyarat kepada kita akan terjadi angin ribut, angin puting beliung, bahkan badai. Awan hitam yang menyelimuti langit menandakan akan turun hujan. Hal ini pun merupakan bahasa alam yang disampaikan dengan tanda-tanda, karena pada hakekatnya bahasa adalah sistem tanda.

Bahasa alam juga yang digunakan oleh para nelayan untuk menentukan arah letak dari daratan ketika mereka berada di lautan, yaitu dengan melihat rasi bintang. Hanya saja, berbeda antara bahasa yang digunakan manusia, alam, tumbuhan, dan hewan.
Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara. Bahasa isyarat atau gesture atau bahasa tubuh adalah salah satu cara bekomunikasi melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat akan lebih digunakan permanen oleh penyandang cacat bisu tuli karena mereka memiliki bahasa sendiri.

Manusia di manapun hidup pasti membutuhkan komunikasi. Oleh karena itu, komunikasi menjadi barang penting bagi kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Karena, bahasa merupakan komunikasi yang paling efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan dan pendapat kepada orang lain.

Kita tahu bahwa, fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Akan tetapi, tidak hanya sebatas alat komunikasi, bahasa pun mempunyai fungsi yang lebih khusus lagi. Menurut P. W. J. Nababan, seorang linguis Indonesia, membagi fungsi bahasa sebagai komunikasi dalam kaitannya dengan masyarakat dan pendidikan menjadi empat fungsi, yaitu fungsi kebudayaan, fungsi kemasyarakatan, fungsi perorangan, dan fungsi pendidikan.

Kita ambil saja dua fungsi yang dipaparkan oleh Nababan tersebut, yaitu fungsi kebudayaan dan fungsi kemasyarakatan. Fungsi kebudayaan dari bahasa adalah sebagai sarana perkembangan kebudayaan, jalur penerus kebudayaan, dan inventaris ciri-ciri kebudayaan. Sedangkan fungsi kemasyarakatan bahasa menunjukkan peranan khusus suatu bahasa dalam kehidupan masyarakat. Nababan mengklasifikasikan fungsi kemasyarakatan bahasa ke dalam dua bagian, yaitu berdasarkan ruang lingkup dan berdasarkan bidang pemakaian.

Yang pertama, mengandung bahasa nasional dan bahasa kelompok. Bahasa nasional berfungsi sebagai lambang kebanggaan kebangsaan, lambang identitas bangsa, alat penyatuan berbagai suku bangsa dengan berbagai latar belakang sosial budaya dan bahasa, dan sebagai alat perhubungan antardaerah dan antarbudaya. Yang kedua, bahasa kelompok adalah bahasa yang digunakan oleh kelompok yang lebih kecil dari suatu bangsa, seperti suku bangsa atau suatu daerah subsuku, sebagai lambang identitas kelompok dan alat pelaksanaan kebudayaan kelompok itu. Penting bagi suatu negara memiliki bahasa nasional yang berfungsi sebagai alat pemersatu berbagai suku bangsa yang berlatar belakang berbeda-beda.

Kalau bahasa mencerminkan budaya, atau setidaknya cara berbahasa kita mencerminkan siapa sebenarnya kita, maka satu-satunya cara menjaga kehormatan diri kita dari sisi yang berkaitan dengan bahasa adalah berusaha selalu santun dalam berbahasa. Setidaknya ada tiga santun yang bisa kita rumuskan sebagai implikasi kesimpulan di atas. Tiga santun itu adalah, santun dalam mengisi makna bahasa yang kita tuturkan, santun dalam memilah dan memilih diksi sesuai dengan konvensi konteks, serta santun dalam mengatur strategi bertutur.

Santun yang pertama bertumpu pada aspek kognitif, pada keluasan wawasan dan kedalaman pemahaman tentang sesuatu yang kita bicarakan. Santun dalam konteks ini akan mampu menghasilkan bahasa yang cerdas maksudnya setiap lawan bicara akan mendapat manfaat dari apa yang kita ucapkan.

Santun yang kedua bertumpu pada aspek afektif, pada kepekaan menghayati nilai-nilai moral dan konvensi etika ketika berbahasa. Orang yang mampu santun dalam aspek ini akan membuat lawan bicaranya nyaman ketika berkomunikasi, tidak ada rasa takut, tersinggung, atau takut dipermalukan. Tiap daerah, tiap wilayah, tiap komunitas, bahkan tiap individu memiliki keunikan dalam memahami nilai-nilai moral dan etika berbahasa.

Santun yang ketiga bertumpu pada aspek psikomotor atau pada keterampilan memanfaatkan kompetensi yang dimiliki agar dapat bermakna dalam berbahasa. Santun yang ketiga ini menyangkut seni berbahasa. Oleh karena itu, upaya meningkatkan kemampuan di bidang ini hanya bisa dilakukan dengan banyak berlatih berbahasa. Latihan bermakna yang paling baik kita ciptakan tidak lain dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas komunikasi di antara kita.

Penguasaan bahasa merupakan salah satu tingkah manusia bahkan suatu cermin tingkah laku karena bahasa adalah alat komunikasi kegiatan di dalam kebudayaan. Banyak masyarakat yang kurang memahami dan tidak memperhatikan dalam berbahasa. Bahkan tidak sesuai dengan kaidah-kaidah berbahasa. Bagaimana bahasa negara kita ingin maju, kalau masyarakatnya saja tidak mau mengembangkan bahasa Indonesia, bahasa negara kita sendiri.

Bahasa adalah aspek penting interaksi manusia. Dengan bahasa, (baik itu bahasa lisan, tulisan maupun isyarat) orang akan melakukan suatu komunikasi dan kontak sosial. Bahasa juga dipandang sebagai cermin kepribadian seseorang karena bahasa diterjemahkan sebagai refleksi rasa, pikiran dan tingkah laku. Oleh karena itu seluruh ide, usulan, dan semua hasil karya pikiran tidak akan diketahui dan dievaluasi orang lain bila tidak dituangkannya dalam bahasa yang baik.

Di tengah arus globalisasi yang mendunia ini, perlu secepatnya kita berbenah diri sebelum terlambat. Dikarenakan kalau kita lambat dalam menghadapinya, maka yang terjadi justru kita terbawa arus globalisasi tersebut. Maka dari itu, dari sisi bahasa perlu kiranya kita menguatkan kembali peran dari bahasa Indonesia dan bahasa lokal atau bahasa daerah dalam menghadapi arus globalisasi tersebut.

Contoh nyata saja yang sekarang kita alami, yaitu begitu derasnya arus Bahasa Inggris masuk ke dalam setiap sendi kehidupan kita. Sadar atau tidak, setiap yang kita lihat, dengar, rasakan, hampir sebagian besar berbahasa Inggris yang sekarang sedang menguasai dunia. Dilihat dari sisi pendidikan pun sama, hampir di setiap sekolah terdapat pelajaran bahasa Inggrisnya, bahkan tingkatan TK-SD pun sudah mengenal Bahasa Inggris. Lantas apakah bahasa daerah atau bahkan bahasa Indonesia pun bisa berlaku demikian. Belum tentu. Maka kewajiban kita sebagai bangsa Indonesia, untuk turut membina dan mengembangkan kemampuan bahasa nasional.

Agar dapat menguasai bahasa dengan baik perlulah perhatian terus menerus terhadap bahasa itu karena bahasa menunjukkan bangsa (bahasa menjadi lambang eksistensi dan ciri identitas suatu bangsa). Ini berarti bahwa bahasa merupakan salah satu wujud kepribadian bangsa, yang membedakan dari bangsa-bangsa lainnya. Sebagai pencinta bahasa nasional, wajar apabila kita berusaha mempergunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, serta mengusahakan agar orang lain juga berbahasa dengan baik. Agar bangsa kita tidak tertinggal dengan bangsa lain.

0 komentar:

Poskan Komentar

I'm Here

Followers

Chat Me


ShoutMix chat widget